Shortcode

Sidang UNFPFII
West Papua Liberation Organization (WPLO) atau yang dalam bahasa Indonesia-nya, Organisasi Pembebasan Papua Barat (OPPB) adalah Organisasi yang bertujuan Mempromosi Hak Bangsa Papua Barat Untuk Menentukan Nasibnya Sendiri berdasarkan pasal 3 dari Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hak-hak Asasi Masyarakat Pribumi melalui Resolusi Majelis Umum PBB nomor: A/Res/61/295 pada Sidang ke-61 Tanggal 13 September 2007 serta Kovenan International tentang Hak-hak Sipil & Politik Pasal 1..

Untuk memperlajari lebih lengkap mengenai identitas dan sepak terjang WPLO, klik disini 

Pada tahun 2016 ini, WPLO mendapat kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya melalui forum yang disebut United Nation Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII). UNPFII
adalah badan koordinasi pusat PBB untuk hal-hal yang berkaitan dengan keprihatinan dan hak-hak masyarakat pribumi di dunia.

John Anari, WPLO Leader

Pada kesempatan itu, John Anari selaku pimpinan WPLO akan menyampaikan aspirasi masyarakat Papua. 
Berikut ini kutipan dari pimpinan WPLO yang dikirim ke whatsapp Saya.
Pidato John Anari (WPLO dan Kobe Oser) di Sidang Forum Permanent PBB untuk Masyarakat Pribumi di Markas Besar PBB, New York. Amerika Serikat tanggal 17 Mei 2016 jam 10.00 - 13.00 siang Waktu New York (23.00 - 02.00 malam Waktu West Papua) dengan Thema “Penduduk Pribumi:Konflik, Perdamaian dan Penyelesaian.
Diharapkan Sidang Forum Permanent PBB ini dapat mengeluarkan Rekomendasi ke Dewan Perwalian PBB untuk meninjau kembali Status Quo West Papua dalam NKRI yang menyebabkan Konflik selama lebih dari 50 tahun sehingga Komisi Dekolonisasi (Komisi 24) dapat melanjutkan tagasnya mempersiapkan Administrasi West Papua untuk Berpemerintahan Sendiri (Independent) sesuai amanat Resolusi Majelis Umum PBB No. 448 (V).
Berikut ini adalah undangan dari UNPFII untuk WPLO

Siaran Live ini dapat diikuti langsung melalui website UN Web TV pada link di bawah ini:
 http://webtv.un.org/

West Papua Liberation Organization (WPLO) Akan Berpidato Di Sidang United Nation Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII) Tanggal 17 Mei 2016

Sidang UNFPFII
West Papua Liberation Organization (WPLO) atau yang dalam bahasa Indonesia-nya, Organisasi Pembebasan Papua Barat (OPPB) adalah Organisasi yang bertujuan Mempromosi Hak Bangsa Papua Barat Untuk Menentukan Nasibnya Sendiri berdasarkan pasal 3 dari Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hak-hak Asasi Masyarakat Pribumi melalui Resolusi Majelis Umum PBB nomor: A/Res/61/295 pada Sidang ke-61 Tanggal 13 September 2007 serta Kovenan International tentang Hak-hak Sipil & Politik Pasal 1..

Untuk memperlajari lebih lengkap mengenai identitas dan sepak terjang WPLO, klik disini 

Pada tahun 2016 ini, WPLO mendapat kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya melalui forum yang disebut United Nation Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII). UNPFII
adalah badan koordinasi pusat PBB untuk hal-hal yang berkaitan dengan keprihatinan dan hak-hak masyarakat pribumi di dunia.

John Anari, WPLO Leader

Pada kesempatan itu, John Anari selaku pimpinan WPLO akan menyampaikan aspirasi masyarakat Papua. 
Berikut ini kutipan dari pimpinan WPLO yang dikirim ke whatsapp Saya.
Pidato John Anari (WPLO dan Kobe Oser) di Sidang Forum Permanent PBB untuk Masyarakat Pribumi di Markas Besar PBB, New York. Amerika Serikat tanggal 17 Mei 2016 jam 10.00 - 13.00 siang Waktu New York (23.00 - 02.00 malam Waktu West Papua) dengan Thema “Penduduk Pribumi:Konflik, Perdamaian dan Penyelesaian.
Diharapkan Sidang Forum Permanent PBB ini dapat mengeluarkan Rekomendasi ke Dewan Perwalian PBB untuk meninjau kembali Status Quo West Papua dalam NKRI yang menyebabkan Konflik selama lebih dari 50 tahun sehingga Komisi Dekolonisasi (Komisi 24) dapat melanjutkan tagasnya mempersiapkan Administrasi West Papua untuk Berpemerintahan Sendiri (Independent) sesuai amanat Resolusi Majelis Umum PBB No. 448 (V).
Berikut ini adalah undangan dari UNPFII untuk WPLO

Siaran Live ini dapat diikuti langsung melalui website UN Web TV pada link di bawah ini:
 http://webtv.un.org/