Shortcode

Seorang anak kecil dibully dan diolok-olok polisi-polisi di Papua. Informasi mengenai waktu kejadian dan identitas pihak yang terlibat belum diketahui, tetapi kejadian tersebut wajib ditanggapi pihak pemerintah, terkhususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.  
Dalam video yang tersebar di facebook itu nampak seorang anak kecil yang sedang dalam keadaan mabuk, akibatnya polisi pun mengamankannya. Perluh diketahui bahwa sejak bulan April 2016, penyebaran dan konsumsi minuman keras di Papua sudah dilarang.

Memang anak tersebut melakukan tindakan yang tidak benar, tetapi umurnya yang masih kanak-kanak itu menjadikan keluarga sebagai pihak yang paling bertanggunjawab atau perilaku anak tersebut. Keluarga seharusnya membimbing dan mendidik dengan baik supaya anak tersebut memiliki karakter yang baik juga.

Pihak yang paling bersalah ketika seorang anak kecil terlibat dalam dunia kemabukan adalah keluarga dari anak tersebut. Sehingga kejadian seperti yang ditampilkan dalam video berikut seharusnya tidak terjadi. 

Seorang anak kecil tidak boleh dibully apalagi melakukan tindakan kekerasan seperti menampar dan tindakan lainnya. Kejadian ini sebaiknya ditindaklanjuti.

Pihak polisi-polisi dalam video itu telah melanggar undang-undang No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal ini diatur mengenai pasal tentang perlakuan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak.
 
Perlindungan Anak
Dalam pasal ini diatur mengenai pasal tentang perlakuan kekejaman, kekerasan atau
ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak.
- See more at: http://www.sudahdong.com/pasal-pasal-terlait-bullying/#sthash.IxU8Xdak.dpuf
Perlindungan Anak
Dalam pasal ini diatur mengenai pasal tentang perlakuan kekejaman, kekerasan atau
ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak.
- See more at: http://www.sudahdong.com/pasal-pasal-terlait-bullying/#sthash.IxU8Xdak.dpuf
UU No. 35 Th. 2014
UU No. 35 Th. 2014
UU No. 35 Th. 2014

Seorang Anak Kecil Kecil Dibully dan Diolok-Olok Polisi DI Papua

Seorang anak kecil dibully dan diolok-olok polisi-polisi di Papua. Informasi mengenai waktu kejadian dan identitas pihak yang terlibat belum diketahui, tetapi kejadian tersebut wajib ditanggapi pihak pemerintah, terkhususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.  
Dalam video yang tersebar di facebook itu nampak seorang anak kecil yang sedang dalam keadaan mabuk, akibatnya polisi pun mengamankannya. Perluh diketahui bahwa sejak bulan April 2016, penyebaran dan konsumsi minuman keras di Papua sudah dilarang.

Memang anak tersebut melakukan tindakan yang tidak benar, tetapi umurnya yang masih kanak-kanak itu menjadikan keluarga sebagai pihak yang paling bertanggunjawab atau perilaku anak tersebut. Keluarga seharusnya membimbing dan mendidik dengan baik supaya anak tersebut memiliki karakter yang baik juga.

Pihak yang paling bersalah ketika seorang anak kecil terlibat dalam dunia kemabukan adalah keluarga dari anak tersebut. Sehingga kejadian seperti yang ditampilkan dalam video berikut seharusnya tidak terjadi. 

Seorang anak kecil tidak boleh dibully apalagi melakukan tindakan kekerasan seperti menampar dan tindakan lainnya. Kejadian ini sebaiknya ditindaklanjuti.

Pihak polisi-polisi dalam video itu telah melanggar undang-undang No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal ini diatur mengenai pasal tentang perlakuan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak.
 
Perlindungan Anak
Dalam pasal ini diatur mengenai pasal tentang perlakuan kekejaman, kekerasan atau
ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak.
- See more at: http://www.sudahdong.com/pasal-pasal-terlait-bullying/#sthash.IxU8Xdak.dpuf
Perlindungan Anak
Dalam pasal ini diatur mengenai pasal tentang perlakuan kekejaman, kekerasan atau
ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak.
- See more at: http://www.sudahdong.com/pasal-pasal-terlait-bullying/#sthash.IxU8Xdak.dpuf
UU No. 35 Th. 2014
UU No. 35 Th. 2014
UU No. 35 Th. 2014