Shortcode


Kondisi Sugapa Pasca Kematian Kepala Suku Gabril Selegani
Kabar duka datang dari Kabupaten Intan Jaya Papua, pada hari Senin (25/4), telah meninggal dunia kepala suku Moni, Gabril Selegani. Adapun penyebab kematian kepala suku tersebut adalah karena penyiksaan yang dilakukan oleh  seorang tukang ojek.

Via Telepon seluler, Pones Belau yang merupakan salah satu keluarga korban mengatakan bahwa kepala suku Moni Gabril Selegani meninggal pukul 11.00 di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Korban tidak dapat diselamatkan lagi karena cidera yang dialami akibat siksaan tukang ojek itu sangat parah.

Kondisi Sugapa, Kabupaten Intan Jaya sedang kacau akibat amukan warga Moni yang tidak terima dengan perlakuan ojek-ojek tersebut yang melakukan tindak kekerasan terhadapa kepala Suku.

Kronologis singat seperti yang dijelaskan Bapak Anton Selegani adalah sebagai berikut ;

Pada hari kamis (21/4), Korban hendak kembali ke Kecamatan Homeyo setelah menghabiskan waktu seminggu bersama Pones Belau di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya. 

Karena jarak yang ditempuh sangatlah jauh, Pones Belau membayar ojek Rp.250.000,00 dengan harapan si ojek dapat mengantarkan Bapak kepala suku sampai tujuan dengan  aman dan baik.

Namun ditengah perjalanan, tepatnya di Desa Agapa, si ojek menghentikan motornya dan memaksa Korban untuk segera turun dan menambah bayaran. Korban yang adalah kepala suku mengatakan bahwa bayarannya tadi sudah dibayar oleh anaknya Pones Belau. 

Walaupun memang sudah dibayar, si ojek tetap mempertahankan prinsip dan memaksa korban untuk segera menambah bayaran atau turun saja. 

Tetapi, karena memang sudah dibayar, Korban juga mempertahankan prinsip untuk tidak turun dari motor yang dikendarai mas ojek itu.

Tanpa tawar menawar lagi, mas ojek tersebut langsung mengeluarkan pisau dan menikam kepala sampai kepala sang kepala suku menjadi bocor dan bancir darah. Tidak sampai disitu saja, pelaku memukul berulang-ulang korban yang sudah tak berdaya  sampai wajah dan bagian tubuh korban yang lain menjadi bengkak.
Kondisi korban/Kepala Suku Gabril Selegani setelah dirawat
Beberapa waktu kemudian, beberapa masyakarat yang menemukan korban yang sudah tak berdaya membawanya ke rumah sakit di Sugapa.

Namun sayangnya, korban sudah tak dapat ditolong lagi.

Mengenai keadaan pelaku, kami belum mendapatkan info. Yang pastinya, keadaan Sugapa sedang kacau, rumah pelaku/ojek dibakar. Dan masyarakat tidak terima dengan perlakuan itu.

Seorang Tukang Ojek membunuh Kepala Suku Moni Di Kabupaten Intan Jaya


Kondisi Sugapa Pasca Kematian Kepala Suku Gabril Selegani
Kabar duka datang dari Kabupaten Intan Jaya Papua, pada hari Senin (25/4), telah meninggal dunia kepala suku Moni, Gabril Selegani. Adapun penyebab kematian kepala suku tersebut adalah karena penyiksaan yang dilakukan oleh  seorang tukang ojek.

Via Telepon seluler, Pones Belau yang merupakan salah satu keluarga korban mengatakan bahwa kepala suku Moni Gabril Selegani meninggal pukul 11.00 di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Korban tidak dapat diselamatkan lagi karena cidera yang dialami akibat siksaan tukang ojek itu sangat parah.

Kondisi Sugapa, Kabupaten Intan Jaya sedang kacau akibat amukan warga Moni yang tidak terima dengan perlakuan ojek-ojek tersebut yang melakukan tindak kekerasan terhadapa kepala Suku.

Kronologis singat seperti yang dijelaskan Bapak Anton Selegani adalah sebagai berikut ;

Pada hari kamis (21/4), Korban hendak kembali ke Kecamatan Homeyo setelah menghabiskan waktu seminggu bersama Pones Belau di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya. 

Karena jarak yang ditempuh sangatlah jauh, Pones Belau membayar ojek Rp.250.000,00 dengan harapan si ojek dapat mengantarkan Bapak kepala suku sampai tujuan dengan  aman dan baik.

Namun ditengah perjalanan, tepatnya di Desa Agapa, si ojek menghentikan motornya dan memaksa Korban untuk segera turun dan menambah bayaran. Korban yang adalah kepala suku mengatakan bahwa bayarannya tadi sudah dibayar oleh anaknya Pones Belau. 

Walaupun memang sudah dibayar, si ojek tetap mempertahankan prinsip dan memaksa korban untuk segera menambah bayaran atau turun saja. 

Tetapi, karena memang sudah dibayar, Korban juga mempertahankan prinsip untuk tidak turun dari motor yang dikendarai mas ojek itu.

Tanpa tawar menawar lagi, mas ojek tersebut langsung mengeluarkan pisau dan menikam kepala sampai kepala sang kepala suku menjadi bocor dan bancir darah. Tidak sampai disitu saja, pelaku memukul berulang-ulang korban yang sudah tak berdaya  sampai wajah dan bagian tubuh korban yang lain menjadi bengkak.
Kondisi korban/Kepala Suku Gabril Selegani setelah dirawat
Beberapa waktu kemudian, beberapa masyakarat yang menemukan korban yang sudah tak berdaya membawanya ke rumah sakit di Sugapa.

Namun sayangnya, korban sudah tak dapat ditolong lagi.

Mengenai keadaan pelaku, kami belum mendapatkan info. Yang pastinya, keadaan Sugapa sedang kacau, rumah pelaku/ojek dibakar. Dan masyarakat tidak terima dengan perlakuan itu.