Shortcode


Tim Persipura musim 2014/2015
Persipura Jayapura merupakan salah satu klub yang menuai banyak kesuksesan di Indonesia. Dalam skala internasional, Persipura cukup disegani. Pada level AFC (Asian Football Confederation) Champion League, Persipura disebut-sebut memiliki peluang besar untuk menjuarai AFC 2015.


Namun sayangnya langkah itu harus terhenti. Terhentinya langkah Persipura pada ajang AFC 2015 bukan karena kekalahan, melainkan karena ulah pemerintah Republik Indonesia.

KOMPAS.com — Komite Eksekutif dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah memutuskan nasib Persipura Jayapura pada babak 16-besar Piala AFC. Tim asal Papua tersebut dinyatakan kalah walk-over (WO) dari Pahang FA lantaran polemik visa pemain asing.

Kasus bermula ketika skuad Pahang FA tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta guna menjalani pertandingan kontra Persipura di Stadion Mandala, yang dijadwalkan pada 26 Mei 2015. Tiga pemain, yaitu Dickson Nwakaeme asal Nigeria, Zesh Rehman asal Pakistan, dan Domion Delano Stewart asal Jamaika, gagal mendapatkan visa masuk ke Indonesia. Tak ayal, seluruh tim Pahang FA memutuskan langsung pulang ke Malaysia.

Mengacu pada AFC Cup 2015 Competition Regulations dan AFC Disciplinary Code, AFC pun memutuskan, "Oleh karena itu, Persipura dianggap kalah dalam pertandingan dengan skor 0-3." sumber
Disamping itu, PSSI yang juga lagi mengalami masalah. Masalah PSSI sebenarnya hanya masalah klub Persebaya (baca detail masalahnyadisini), solusinya adalah membekukan Persebaya bukan PSSI.


Masalah diatas cukup konyol karena selama ini hal seperti itu tidak pernah terjadi, apalagi Persipura mewakili Indonesia .Negara sejatinya harus melancarkan semua prosesnya.

Tapi, siapa sangkah!


Pencekalan langkah Persipura di ajang AFC adalah langkah pemerintah Indonesia yang dimainkan secara rahasia untuk meredam popularitas Persipura di kanca sepakbola dunia. Persipura dianggap mampu menumbuhkan popularitas perjuangan Papua Merdeka di mata dunia. 


Pertandingan Adelaide VS Persipura pada tahun 2012 menjadi peringatan bagi Pusat. Pada pertandingan itu terjadi pengibaran bendera bintang kejora. Perjuangan Papua merdeka menjadi dikenal luas di Benua kanguru itu. 
Bendera Bintang Kejora di Laga Persipura vs Adelaide. Foto Tina/Tempo

Persipura memiliki kapasitas untuk memperkenalkan Papua dan perjuangan kemerdekaannya dimata banyak negara, terkhususnya negara-negara yang terlibat AFC. Apalagi pada saat itu foto pemain persipura bersama Philip Karma tersebar luas di dunia maya. Philip Karma adalah seorang pejuang hak kemerdekaan Papua.
 
Pemain Persipura foto bersama Philip Karma. Sumber : http://persipurapapua1963.com

Jika langkah Persipura lancar dan popularitasnya tumbuh pesat di kanca internasional, banyak mata akan tertuju ke Papua. Hal-hal berbau Papua, termasuk didalamnya perjuangan Papua merdeka akan menjadi perbincangan banyak orang. Hal ini cukup mengancam kedaulatan NKRI.

Sejauh ini scenario pemerintah pusat berjalan dengan baik. Namun solusinya tidak tepat. ISC dan PSSI akan hidup kembali, peluang Persipura untuk sukses di kasta nasional dan internasional pun ada. Peluang pembekuan PSSI dan Liga-liga di Indonesia masih ada selama Persipura masih Berjaya mewakili Papua.

PERSIPURA MENGANCAM KEDAULATAN NKRI


Tim Persipura musim 2014/2015
Persipura Jayapura merupakan salah satu klub yang menuai banyak kesuksesan di Indonesia. Dalam skala internasional, Persipura cukup disegani. Pada level AFC (Asian Football Confederation) Champion League, Persipura disebut-sebut memiliki peluang besar untuk menjuarai AFC 2015.


Namun sayangnya langkah itu harus terhenti. Terhentinya langkah Persipura pada ajang AFC 2015 bukan karena kekalahan, melainkan karena ulah pemerintah Republik Indonesia.

KOMPAS.com — Komite Eksekutif dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah memutuskan nasib Persipura Jayapura pada babak 16-besar Piala AFC. Tim asal Papua tersebut dinyatakan kalah walk-over (WO) dari Pahang FA lantaran polemik visa pemain asing.

Kasus bermula ketika skuad Pahang FA tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta guna menjalani pertandingan kontra Persipura di Stadion Mandala, yang dijadwalkan pada 26 Mei 2015. Tiga pemain, yaitu Dickson Nwakaeme asal Nigeria, Zesh Rehman asal Pakistan, dan Domion Delano Stewart asal Jamaika, gagal mendapatkan visa masuk ke Indonesia. Tak ayal, seluruh tim Pahang FA memutuskan langsung pulang ke Malaysia.

Mengacu pada AFC Cup 2015 Competition Regulations dan AFC Disciplinary Code, AFC pun memutuskan, "Oleh karena itu, Persipura dianggap kalah dalam pertandingan dengan skor 0-3." sumber
Disamping itu, PSSI yang juga lagi mengalami masalah. Masalah PSSI sebenarnya hanya masalah klub Persebaya (baca detail masalahnyadisini), solusinya adalah membekukan Persebaya bukan PSSI.


Masalah diatas cukup konyol karena selama ini hal seperti itu tidak pernah terjadi, apalagi Persipura mewakili Indonesia .Negara sejatinya harus melancarkan semua prosesnya.

Tapi, siapa sangkah!


Pencekalan langkah Persipura di ajang AFC adalah langkah pemerintah Indonesia yang dimainkan secara rahasia untuk meredam popularitas Persipura di kanca sepakbola dunia. Persipura dianggap mampu menumbuhkan popularitas perjuangan Papua Merdeka di mata dunia. 


Pertandingan Adelaide VS Persipura pada tahun 2012 menjadi peringatan bagi Pusat. Pada pertandingan itu terjadi pengibaran bendera bintang kejora. Perjuangan Papua merdeka menjadi dikenal luas di Benua kanguru itu. 
Bendera Bintang Kejora di Laga Persipura vs Adelaide. Foto Tina/Tempo

Persipura memiliki kapasitas untuk memperkenalkan Papua dan perjuangan kemerdekaannya dimata banyak negara, terkhususnya negara-negara yang terlibat AFC. Apalagi pada saat itu foto pemain persipura bersama Philip Karma tersebar luas di dunia maya. Philip Karma adalah seorang pejuang hak kemerdekaan Papua.
 
Pemain Persipura foto bersama Philip Karma. Sumber : http://persipurapapua1963.com

Jika langkah Persipura lancar dan popularitasnya tumbuh pesat di kanca internasional, banyak mata akan tertuju ke Papua. Hal-hal berbau Papua, termasuk didalamnya perjuangan Papua merdeka akan menjadi perbincangan banyak orang. Hal ini cukup mengancam kedaulatan NKRI.

Sejauh ini scenario pemerintah pusat berjalan dengan baik. Namun solusinya tidak tepat. ISC dan PSSI akan hidup kembali, peluang Persipura untuk sukses di kasta nasional dan internasional pun ada. Peluang pembekuan PSSI dan Liga-liga di Indonesia masih ada selama Persipura masih Berjaya mewakili Papua.